Senin, 07 Januari 2013

Mengenali Tipe Diri Pribadi dan Orang Lain

Bagi Diri Sendiri
·Kita dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan kita.
·Dengan mengetahui kelemahan diri sendiri, kita bisa intropeksi diri, melakukan perubahan untuk jadi semakin lebih baik.
·Dan tentunya mengetahui/memahami pribadi kita sendiri.
Bagi Orang Lain
·Kita dapat mengetahui/memahami pribadi orang lain.
·Dengan mengetahui pribadi orang lain, diharapkan kita tahu cara dalam menghadapi orang tersebut, misalnya: dalam hal bekerjasama dan berteman.
·Dan tentunya dalam mencari pasangan hidup, memahami pribadi orang lain saat penting karena agar menjadikan pasangan tersebut saling melengkapi kekurangan dan kelebihan masing-masing, agar suatu saat nanti tidak terjadi perceraian yang disebabkan berbeda pendapat saja seperti yang terjadi kebanyakan artis sekarang ini.
Karakteristik Tipe Orang
Dalam pembahasan ini, secara garis besar dan secara umum tipe diri orang dibagi menjadi empat, yaitu Sanguinis, Melankolis, Koleris, dan Phlegmatis. Meskipun begitu ada juga yang menyebutkan tipe diri orang ada yang dibagi menjadi 7 tipe.
Berikut keempat macam tipe diri orang beserta kelamahan dan kelebihannya. Dalam pembahasan ini mungkin hanya diberikan sebagian kecil ciri-ciri dari masing-masing tipe (yang signifikan).

1. Sanguinis (Populer –> Pembicara)
Kelebihan Tipe Sanguinis
·Emosi
- kepribadian menarik
- pembicara yang baik
- suka berbicara, biasanya memukau pendengar
- menghidupkan suasana, rasa humor tinggi
- emosional dan demostratif
- antusias, ekspresif, penuh semangat, periang
·Dalam Pekerjaan
- suka membantu tugas orang lain
- tampak hebat, kreatif dan inovatif
- menarik perhatian orang lain untuk mengikutinya
·Sebagai Teman
- supel, mudah berteman (gaul), menyenagkan
- mudah minta maaf
- suka dipuji
Kesimpulan Tipe Sanguinis
Tipe orang Sanguinis merupakan pribadi yang menyenangkan jadi tidak salah jika banyak orang yang menyukainya, ingin merasa dirinya dikenal banyak orang, ide-idenya gila tetapi kreatif dan inovatif seperti ide-ide orang sukses, ingin dirinya menjadi trend setter agar orang lain mengikuti jejaknya.

Kelemahan Tipe Sanguinis
·bicara terus menerus (cerewet)
·suka memonopoli
·penyela (biasanya menyela pembicaraan orang lain)
·menyimpang terlalu jauh dari kebenaran (suka membual)

2. Melankolis (Pemikir –> Sempurna)
Kelebihan Tipe Melankolis
·Emosi
- perasaannya halus, sensitif, dalam
- analitis, serius, tekun, dan idealis
- kreatif, berbakat, rasa seninya tinggi
- menyukai keindahan
·Dalam Pekerjaan
- perfeksionis, standart tinggi, orientasi jadwal
- tertib dan terorganisir
- senang: grafik, bagan, gambar, tabel (visual)
·Sebagai Teman
- hati-hati dalam berteman
- setia, mudah terharu, mudah kasihan
- menghindari perhatian, tidak suka menonjolkan diri
- pendengar yang baik

Kesimpulan Tipe Melankolis 
Tipe orang Melankolis merupakan pribadi yang cerdas karena dia selalu memikirkan langkah apa yang akan dambil dalam memecahkan masalah. Akan tetapi pribadi Melankolis ini terlalu lama dalam mengambil keputusan karena dia selalu memikirkannya matang-matang agar dia mendapatkan segala sesuatunya itu sempurna. Perasaannya sensitif, jika dia disakiti dia tidak akan mudah melupakannya. Akan tetapi tipe ini merupakan seorang teman yang setia, tidak suka menghianati teman. Dan juga dia ini ibarat orang yang suka bekerja di balik layar, tidak terlalu ingin dirinya menjadi pusat perhatian.
Kelemahan Tipe Melankolis
·menekan perasaan
·jika punya masalah yang berat, dia langsung down dan sering terlihat murung
·terlalu pendiam
·mudah depresi
3. Koleris (Kuat –> Pelaku)
·Emosi
- berbakat pemimpin, dinamis dan aktif
- suka perubahan, selalu memperbaiki kesalahan (introspeksi diri)
- logis, tegas dan berkemauan kuat
- bebas mandiri, tidak mudah menyerah
- percaya diri, mampu dalam banyak hal
·Dalam Pekerjaan
- bergerak cepat dalam bertindak, berkembang, bersaing
- orientasi pada target, pandai memecahkan masalah
- mampu memberikan semangat kepada orang lain
·Sebagai Teman
- tidak terlalu tergantung teman
- mau bekerja dan memimpin
- mau ambil bagian dalam keadaan darurat
Kesimpulan Tipe Koleris
Tipe orang Koleris adalah tipe orang yang berjiwa pemimpin, menyadari kesalahannya dan kemudian memperbaiki kesalahannya, punya kemauan kuat untuk meraih sesuatu yang diinginkan, biasanya aktif dalam suatu kegiatan, orang sibuk, menargetkan apa yang akan dicapai.
Kelemahan Tipe Koleris
·sok berkuasa
·keinginannya selalu ingin dituruti
·egois
·suka mengatur

4. Phlegmatis (Damai –> Pengamat)
·Emosi
- rendah hati, tenang dan sabar
- simpatik, baik hati, pendiam
- mampu mengendalikan/menyembunyikan emosi
- mudah bersyukur, mudah bahagia
·Dalam Pekerjaan
- mudah kompromi, mudah sepakat
- menjadi penengah ketika ada masalah
- menghindari konflik
- kuat dalam tekanan
·Sebagai teman
- berhati-hati, tidak suka menyinggung orang lain
- pendengar yang baik, punya banyak teman
- mudah bergaul, menyenangkan dan rileks
Kesimpulan Tipe Phlegmatis
Tipe orang  Phlegmatis merupakan pribadi yang sabar dan senang dalam menghadapi masalah, emosinya tidak meluap-luap ketika dia bahagia atau sedih, pendiam, mampu bekerja dalam tekanan, tidak suka pertengkaran, hati-hati dalam berucap kepada orang lain, menyenangkan.
Kelemahan Tipe Phlegmatis
·masa bodoh dengan orang lain
·tidak punya kepastian/pendirian (plin-plan)
·cuek
·tidak peduli apa yang sedang dilakukannya

Termasuk Tipe Apakah Saya?
Secara pribadi, saya termasuk dominan tipe orang Melankolis. Karena saya orangnya selalu menginginkan kesempurnaan, dalam hal menyelesaikan pekerjaan dan juga mencari jodoh tentunya. Yang jadi kebiasaan buruk saya yaitu ketika mendapat masalah, saya sering tidak mood, mudah depresi, pendiam banget, pengennya selalu sendiri. Itulah saya sebagai seorang tipe Melankolis.
Cara Menghadapi Masing-Masing Tipe
Ada keuntungan tersendiri dengan kita mengetahui cara menghadapi orang dengan tipe yang berbeda-beda. Dalam berteman dan bekerjasama, kita akan banyak mendapatkan keuntungan dengan kita memahami seseorang.
Menghadapi Tipe Sanguinis
·kenali kesulitannya dalam menyeleseikan tugas
·sadarilah bahwa mereka berbicara tanpa berpikir lebih dahulu dan terkadang menyinggung persaaan orang lain, tetapi sebenarnya dia hanya bercanda dengan ucapannya
·sadari bahwa mereka menyukai variasi dan fleksibilitas (apa ya maksudnya ini??? hehehe)
·bantu mereka agar tidak menerima lebih dari yang mereka bisa lakukan
·pujilah mereka untuk segala sesuatu yang mereka capai
·ingatlah bahwa mereka mudah emosi
·berilah hadiah untuk event-event tertentu (bukan berarti mereka gampang disuap ya!!!!), misalnya sedang berulang tahun atau mendapatkan prestasi
Menghadapi Tipe Melankolis
·ketahuilah bahwa mereka sangat sensitif perasaannya dan mudah sakit hati (saya banget neh)
·motivasi mereka saat mereka kurang optimis (siapa ya yang bisa memotivasi saya???)
·mereka perlu bantuan agar tidak mudah tertekan
·pujilah dengan tulus dan penuh kasih sayamg
·beri kesempatan mereka jika memang sedang ingin sendiri saja
·berusahalah untuk selalu menepati janji sesuai jadwal dengannya (sebab tipe orang Melankolis selalu ingin tepat waktu)
Menghadapi Tipe Koleris
·akui bahwa mereka memang berbakat memimpin
·bersikeraslah melakukan komunikasi dua arah
·sadari bahwa mereka tidak bermaksud menyakiti
·sadari bahwa mereka tidak berbelas kasihan
·berusahalah membagi tanggung jawab
·mereka biasanya selalu benar
Menghadapi Tipe Phlegmatis
·sadarilah bahwa mereka memerlukan motivasi langsung
·bantulah mereka menetapkan tujuan
·jangan mengharapkan antusiasme
·sadari bahwa mereka menunda-nunda pekerjaan karena itu bentuk kontrol mereka
·paksalah mereka untuk membuat keputusan
·motivasilah mereka untuk menerima tanggung jawab
Sebenarnya masih banyak point-point kelebihan, kekurangan, dan cara menghadapi dari masing-masing tipe. Akan tetapi, sebagian besar (dan biasanya) seperti itu. Mungkin teman-teman bisa memberikan tambahan melalui comment.
Dulu sewaktu saya mengikuti mata kuliah Kecakapan AntarPersonal, untuk menentukan tipe diri kita, kita (mahasiswa) disodori sebuah angket yang berisi pilihan multiple choice tentang suatu kasus dan dari sejumlah kasus tersebut kita condong melakukan hal apa dengan memilih pilihan yang ada. Setelah itu pilihan (jawaban) kita dijumlahkan dan pada akhirnya diketahuilah kita termasuk tipe orang yang mana. Akurat tidaknya saya kurang tahu, yang pasti banyak dari teman-teman saya yang hasilnya memang merasa begitu kenyataannya. Sebenarnya saya juga ingin membagikan angket studi kasus tersebut, akan tetapi pada waktu itu angket tersebut tidak dibagikan (dikumpulkan kembali). Pada waktu itu saya juga tidak berniatan untuk mengcopy. Jadi saat ini saya tidak mempunyai angket tersebut.
Dengan berdasarkan point-point pembahasan diatas,  cobalah Anda menilai diri Anda sendiri, termasuk tipe orang yang manakah Anda? Lalu cobalah menilai orang lain termasuk tipe orang yang manakah dia? Bisa jadi Anda termasuk ke dalam dua jenis tipe orang, akan tetapi cobalah Anda telaah, manakah dari salah satu keempat tipe orang yang benar-benar mewakili/condong dengan pribadi Anda.

Sabtu, 05 Januari 2013

DEFINISI PENDIDIKAN


DEFINISI PENDIDIKAN

Langeveld
Pendidikan adalah setiap usaha, pengaruh, perlindungan dan bantuan yang diberikan kepada anak tertuju kepada pendewasaan anak itu, atau lebih tepat membantu anak agar cukup cakap melaksanakan tugas hidupnya sendiri. Pengaruh itu datangnya dari orang dewasa (atau yang diciptakan oleh orang dewasa seperti sekolah, buku, putaran hidup sehari-hari, dan sebagainya) dan ditujukan kepada orang yang belum dewasa. 

John Dewey
Pendidikan adalah proses pembentukan kecakapan-kecakapan fundamental secara intelektual dan emosional kearah alam dan sesama manusia. 

J.J. Rousseau
Pendidikan adalah memberi kita perbekalan yang ada pada masa kanak-kanak sampai remaja yang nantinya akan dibutuhkan pada saat kita dewasa nanti.

Carter V.Good
a. Pedagogy is the art, practice, or profession of teaching.
b. The systematized learning or instruction concerning principles and methods of teaching and of student control and guidance; largely replaced by the term education.

Pendidikan ialah:
a. Seni, praktik, atau profesi pengajar.
b. Ilmu yang sistematis atau pengajaran yang berhubungan dengan prinsip dan metode-metode mengajar, pengawasan dan bimbingan murid; dalam arti luas digantikan dengan istilah pendidikan. 

Ki Hajar Dewantara
Pendidikan yaitu tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun maksudnya, pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya. 

Menurut UU Nomor 2 Tahun 1989
Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang. 

Menurut UU No. 20 tahun 2003
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara. 

FAKTOR-FAKTOR PENDIDIKAN
Faktor Tujuan
Di dalam UU Nomor 2 tahun 1989 secara jelas disebutkan Tujuan Pendidikan Nasional, yaitu “Mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan ketrampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantab dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.” 

Sesungguhnya faktor tujuan bagi pendidikan adalah:
a. Sebagai Arah Pendidikan, tujuan akan menunjukkan arah dari suatu usaha, sedangkan arah menunjukkan jalan yang harus ditempuh dari situasi sekarang kepada situasi berikutnya.
b. Tujuan sebagai titik akhir, suatu usaha pasti memiliki awal dan akhir. Mungkin saja ada usaha yang terhenti karena sesuatu kegagalan mencapai tujuan, namun usaha itu belum bisa dikatakan berakhir. Pada umumnya, suatu usaha dikatakan berakhir jika tujuan akhirnya telah tercapai.
c. Tujuan sebagai titik pangkal mencapai tujuan lain, apabila tujuan merupakan titik akhir dari usaha, maka dasar ini merupakan titik tolaknya, dalam arti bahwa dasar tersebut merupakan fundamen yang menjadi alas permulaan setiap usaha.
d. Memberi nilai pada usaha yang dilakukan

Faktor Pendidik
Pendidik adalah orang yang memikul pertanggungjawaban untuk mendidik. Dwi Nugroho Hidayanto, menginventarisasi bahwa pengertian pendidik meliputi:
a. Orang Dewasa
b. Orang Tua
c. Guru
d. Pemimpin Masyarakat
e. Pemimpin Agama

Karakteristik yang harus dimiliki pendidik dalam melaksanakan tugasnya dalam mendidik, yaitu
a. kematangan diri yang stabil, memahami diri sendiri, mandiri, dan memiliki nilai-nilai kemanusiaan.
b. kematangan sosial yang stabil, memiliki pengetahuan yang cukup tentang masyarakat, dan mempunyai kecakapan membina kerjasama dengan orang lain.
c. kematangan profesional (kemampuan mendidik), yaitu menaruh perhatian dan sikap cinta terhadap anak didik serta mempunyai pengetahuan yang cukup tentang latar belakang anak didik dan perkembangannya, memiliki kecakapan dalam menggunkan cara-cara mendidik.

Kriteria kualitas guru yang dibutuhkan dalam pendidikan adalah
a. Guru sebagai perencana
b. Guru sebagai inisiator
c. Guru sebagai motivator
d. Guru sebagai observer
e. Guru sebagai motivator
f. Guru sebagai antisifator
g. Guru sebagai model
h. Guru sebagai evaluator
i. Guru sebagai teman bereksplorasi bersama anak didik
j. Promotor agar anak menjadi pembelajar sejati

Faktor Anak Didik
Anak didik adalah setiap orang yang menerima pengaruh dari seseorang atau sekelompok orang yang menjalankan kegiatan pendidikan. Sedang dalam arti sempit anak didik ialah anak (pribadi yang belum dewasa) yang diserahkan kepada tanggung jawab pendidik. Salah satu pertanda bahwa seseorang telah belajar adalah adanya perubahan tingkah laku dalam dirinya. Dengan demikian, pendidikan berusaha untuk membawa anak yang semula serba tidak berdaya, yang hampir keseluruhan hidupnya menggantungkan diri pada orang lain, ke tingkat dewasa, yaitu keadaan di mana anak sanggup berdiri sendiri dan bertanggung jawab terhadap dirinya, baik secara individual, secara sosial maupun secara susila.

Faktor Alat Pendidikan
Pengajaran yang baik adalah Alat Pendidikan yang terutama. Alat Pendidikan merupakan faktor pendidikan yang sengaja dibuat dan digunakan demi pencapaian tujuan pendidikan yang diinginkan.

Ditinjau dari wujudnya, alat pendidikan dapat berupa:

a. Perbuatan Mendidik (biasa disebut software); mencakup nasihat, teladan, larangan, perintah, pujian, teguran, ancaman, dan hukuman.
b. Benda-benda sebagai alat Bantu (biasa disebut hardware); mencakup meja kursi, belajar, papan tulis, penghapus, kapur tulis, OHP, dan sebagainya. 

Faktor Lingkungan
Pada dasarnya lingkungan mencakup:
a. Tempat (Lingkungan Fisik); keadaan iklim, keadaan tanah, keadaan alam.
b. Kebudayaan (Lingkungan Budaya); dengan warisan budaya tertentu bahasa, seni, ekonomi, ilmu pengetahuan, pandangan hidup, keagamaan.
c. Kelompok hidup bersama (Lingkungan sosial atau masyarakat) keluarga, kelompok bermain, desa, perkumpulan.

Menurut Ki Hajar Dewantara lingkungan pendidikan meliputi lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan organisasi pemuda, yang ia sebut dengan Tri Pusat Pendidikan.

a. Lingkungan Keluarga (Primary Community)

Pendidikan Keluarga berfungsi:
1. Sebagai pengalaman pertama masa kanak-kanak.
2. Menjamin kehidupan emosional anak.
3. Menanamkan dasar pendidikan moral.
4. Memberikan dasar pendidikan sosial.
5. Meletakkan dasar-dasar pendidikan agama bagi anak-anak.

b. Lingkungan Sekolah
Tidak semua tugas mendidik dapat dilaksanakan oleh orang tua dalam keluarga, terutama dalam hal ilmu pengetahuan dan berbagai macam ketrampilan. Karena jika ditilik dari sejarah perkembangan profesi guru, tugas mengajar sebenarnya adalah pelimpahan dari tugas orang tua karena tidak mampu lagi memberikan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap-sikap tertentu sesuai dengan perkembangan zaman.

Fungsi Sekolah antara lain:
1. Sekolah membantu orang tua mengerjakan kebiasaan-kebiasaan yang baik serta menanamkan budi pekerti yang baik.
2. Sekolah memberikan pendidikan untuk kehidupan di dalam masyarakat yang sukar atau tidak dapat diberikan di rumah.
3. Sekolah melatih anak-anak memperoleh kecakapan-kecakapan seperti membaca, menulis, berhitung, menggambar serta ilmu-ilmu lain yang sifatnya mengembangkan kecerdasan dan pengetahuan.
4. Di sekolah diberikan pelajaran etika , keagamaan, estetika, membedakan moral.
5. Memelihara warisan budaya yang hidup dalam masyarakat dengan jalan menyampaikan warisan kebudayaan kepada generasi muda, dalam hal ini tentunya anak didik.

c. Lingkungan Organisasi Pemuda
Peran organisasi pemuda yang terutama adalah mengupayakan pengembangan sosialisasi kehidupan pemuda. Melalui organisasi pemuda berkembanglah semacam kesadaran sosial , kecakapan-kecakapan di dalam pergaulan dengan sesama kawan (social skill) dan sikap yang tepat di dalam membina hubungan dengan sesama manusia (social attitude).
animasi bergerak gif